Gereja Ganjuran Yogyakarta merupakan salah satu tempat wisata religi bagi umat Katolik di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tempat ini ramai diunjungi oleh para peziarah pada bulan Mei, yang merupakan bulan untuk menghormati Maria, Bunda Yesus.

Gereja Katolik Roma ini mempunyai nama lain Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus. Gereja tersebut berada di Ganjuran, Bambanglipuro, Bantul. Dari pusat kota Yogyakarta, jaraknya ke tempat ini sekitar 17 kilometer.

Kompleks Gereja Ganjuran Yogyakarta berdiri di atas tanah seluas 2,5 hektar. Terdiri atas bangunan gereja, candi, pastoran, tempat parkir, dan beberapa bangunan yang lain.

Sejarah dan Daya Tarik Gereja Ganjuran Yogyakarta

gereja-ganjuran-yogyakarta

Menurut penelusuran sejarah dari berbagai sumber, Gereja Ganjuran Yogyakarta dibangun pada tahun 16 April 1924. Kemudian diresmikan tanggal 20 Agustus 1924, oleh Vicaris Apostolik Batavia Mgr. J. M van Velsen dengan memberkati altar.

Pendirinya yaitu dua bersaudara Joseph Smutzer dan Julius Smutzer, pengelola Pabrik gula Gondang Lipuro. Kedua orang Belanda ini dibantu oleh seorang arsitek yaitu J Yh Van Oyen dalam pembangunannya sebagai wujud tangguang jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.

Gereja ini meupakan gereja Katolik pertama di Kabupaten Bantul. Pada masanya, Schmutzer  juga membangun rumah sakit dan membantu orang miskin di sekitar Ganjuran.

Mereka juga membangun candi yang diberi nama Candi Hati Kudus pada tahun 1927. Candi ini berhiaskan relief bunga teratai dan patung Yesus dalam pakaian adat Jawa.

Keluarga Schmutzer akhirnya kembali ke Negeri Belanda pada tahun 1934. Seiring berkembangnya jumlah jemaat gereja, pada 1942 pastor Soegijapranata, SJ melakukan perluasan gedung sepanjang 15 meter ke arah barat.

Setelah gempa bumi yang melanda Yogyakarta, Mei 2006 silam, Gereja Ganjuran mengalami renovasi ulang dengan bantuan pemerintah provinsi.

Keindahan Arsitektur Gereja Ganjuran

gereja-ganjuran-yogyakarta

Gereja Ganjuran Yogyakarta merupakan bentuk akulturasi budaya Eropa, Jawa, dan Hindu-Budha. Warna Eropa tampak jelas dalam bangunan berbentuk salib jika dilihat dari atas. Nuansa Jawa ada pada bangunan joglo seluas 600 meter persegi dengan ukiran khas Jawa, serta ukitan jajar genjang atau wajikan. Pada altar terdapat relief malaikat dengan busana wayang orang. Di bagian atap pula ada tajug dengan 4 tiang kayu jati yang melambangkan empat penulis Injil.

Nuansa Jawa juga tampak pada altar, tempat menyimpan alat misa, wadah air Baptis, tempat katekis, dan patung Yesus dan Maria dalam busana Jawa. Selain itu terdapat dua patung malaikat dengan posisi menyembah, bercorak Jawa. Pada altar juga dipahat relief bunga-bunga, tiga ekor burung pemakan bangkai, pepohonan, serta dua ekor rusa yang sedang minum.

Di kanan dan kiri gereja dilengkapi bentuk relief yang menggambarkan Hati Kudus Yesus sebagai raja Jawa yang bertahta di atas singgasana. Serta relief Bunda Maria, yang sedang menggendong Yesus ketika masih bayi sebagai ratu Jawa.

Pengaruh unsur Hindu-Budha terdapat pada Candi Hati Kudus Yesus, yang di bawahnya terdapat mata air yang ditemukan pada tahun 1998. Candi dengan tinggi 10 meter ini lebih dikenal sebagai Candi Ganjuran.

Sumber air yang diberi nama Tirta Perwitasari ini bisa langsung diminum dan diyakini dapat menyembuhkan penyakit. Peziarah yang mempunyai hajat, dapat melakukan ritual doa dan mengambil air dari sumber air, kemudian masuk ke dalam candi dan berdoa di depan patung Yesus.

Jadwal misa di Gereja Ganjuran Yogyakarta

Misa Harian:

Senin, Selasa, Rabu pukul 05.30 WIB dengan Bahasa Indonesia

Kamis, Jumat, Sabtu, pukul 05.30 WIB dengan Bahasa Jawa

Misa Mingguan:

Sabtu, pukul 16.00 WIB dengan Bahasa Jawa

Sabtu, pukul 18.00 WIB dengan Bahasa Indonesia

Minggu, pukul 07.00 WIB dengan Bahasa Jawa

Minggu, pukul 16.00 WIB dengan Bahasa Indonesia

Misa Bulanan:

Misa malam Jumat pertama, dan Kamis minggu pertama, pukul 19.00 WIB di halaman Candi Ganjuran.

Misa Tahunan:

Setiap hari Minggu terakhir di bulan Juni berupa Misa Prosesi Agung.

Keindahan Gereja Ganjuran Yogyakarta lebih terpancar ketika sore hari. Lampu yang menghiasi pepohonan pinus serta cahaya dari dalam relung candi akan mengiringi langkah peziarah menuju altar yang megah dan cantik. Ketika misa dijalankan, lagu rohani diperdengarkan dengan iringan musik gamelan yang menambah kekhusyukan berdoa bagi penganut Katolik yang mengunjunginya.

Jika Anda ingin mengunjungi Gereja Ganjuran Yogyakarta dengan sepeda motor, kunjungi website sewamotorjogja.id untuk dapatkan penawaran terbaik dari kami. Selain berpengalaman bertahun-tahun, para pelanggan kami juga banyak yang merasa puas. Cek langsung dan buktikan layanan kami.