Makam Astana Girigondo Yogyakarta berlokasi di Dusun Girigondo, Desa Kaligintung, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta atau 10 kilometer dari Wates. Di kompleks ini dimakamkan Paku Alam V, Paku Alam VI, VII dan Paku Alam VIII. Pemakaman Astana Girigondo dipilih karena pemakaman Hastorenggo di Kotagede, Yogyakarta telah penuh.

Sejarah dan Daya Tarik Makam Astana Girigondo Yogyakarta 

makam-astana-girigondo-yogyakarta

Semula Makam Giri Gondo bernama Gunung Keling. Kawasan ini dibangun sebagai makam atas permintaan Paku Alam V pada tahun 1900. Pegunungan ini sebelumnya masih berupa lereng terjal dengan kemiringan cukup ekstrem. Perintah ini disampaikan kepada Distrik Wonodirjo yang mempunyai makam di sisi timur. Nama Giri Gondo berasal dari perkataan Jawa yang bermakna gunung (giri) dan berbau harum (gondo).

Pada tahun 2011 dibuat sebuah kompleks baru di tengah bukit setelah Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Paku Alam IX yang merupakan permaisuri KGPAA Paku Alam IX  mangkat. KGPAA Paku Alam IX juga dikebumikan di kompleks ini, tepatnya di sebelah makam permaisuri pada tanggal 22 November 2015 yang lalu.

Jalan menuju area Makam Astana Girigondo Yogyakarta berupa jalan setapak tanah yang menanjak, tetapi kini sudah berupa tangga yang memudahkan pengunjung naik ke atas.

Anak tangga menuju kompleks makam tidak setinggi pemakaman raja-raja di Imogiri, jumlahnya sekitar 170 anak tangga. Konon anak tangga ini jika dihitung jumlahnya tak pernah sama. Hal ini menjadi daya tarik pengunjung untuk membuktikannya.

Pemakaman ini terdiri dari 6 teras yang terhubung dengan tangga. Teras pertama berisi keluarga Pakualaman yang berjumlah 32 makam. Teras kedua berisi delapan buah makam, berada di sebelah selatan teras pertama. Teras ketiga berisi dua makam, teras keempat memiliki tiga buah makam, teras kelima kosong, dan teras keenam yang terbagi menjadi sebelah barat dan timur berisi 7 makam.

Ziarah, Wisata, dan Penelitian di Satu Tempat

makam-astana-girigondo-yogyakarta

Umumnya pejabat di Daerah Istimewa Yogyakarta yang baru dilantik akan berziarah ke kompleks Makam Astana Girigondo Yogyakarta ini. Suasana kompleks makan lumayan sepi ketika Anda berkunjung di hari biasa. Biasanya peziarah datang untuk berdoa, khususnya memanjatkan Yasin dan Tahlil kepada arwah leluhur.

Luas makam Astana Girigondo mencapai 10 hektare. Selain kompleks makam juga terdapat Masjid Pakualaman untuk beribadah dan beristirahat sebelum melanjutkan ziarah. Masjid tersebut mulanya adalah rumah peristirahatan bagi peziarah yang akan naik ke atas.

Masjid Pakualaman kini juga menjadi pusat aktivitas ibadah dan kegiatan kemasyarakatan warga sekitar. Kondisinya pun terawat dengan baik karena masyarakat sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.

Sebelum ke makam utama, peziarah perlu melakukan persiapan di bangsal khusus. Perlengkapan yang dibawa antara lain kembang untuk prosesi nyekar. Prosesi ini dibimbing oleh juru kunci sekaligus menjadi pemimpin doa bagi pengunjung. Usai nyekar, peziarah melakukan mirunggan atau duduk-duduk di bangsal sambil menenangkan diri.

Dari bangsal, terlihat pemandangan alam luas terbentang, mulai dari kawasan hutan di sekitar makam hingga garis pantai Laut Selatan yang indah. Ketenangan bisa Anda nikmati dengan semilir angin di bawah pepohonan rindang di tempat ini.

Di samping wisata religi di kompleks Makam Astana Girigondo Yogyakarta, pengunjung juga sebagian terdiri dari pelajar dan ahli yang melakukan penelitian sejarah.

Aturan Masuk ke Area Makam

Tidak ada peraturan khusus bagi peziarah yang datang ke lokasi Makam Astana Girigondo Yogyakarta. Pengunjung hanya diwajibkan berpakaian dan bersikap sopan. Meski demikian, tidak semua pengunjung diizinkan memasuki makam utama. Hanya kerabat dan keluarga Pakualaman yang boleh naik ke area makam utama. Peziarah yang datang juga tidak dikenakan biaya untuk masuk ke dalam.

Akses ke Lokasi

Menuju ke tempat wisata religi ini tidak memerlukan waktu lama dari pusat kota. Dari Yogyakarta, Anda bisa menaiki bus jurusan Wates. Di terminal Wates Anda dapat berganti kendaraan jurusan Purworejo, turun di Temon wetan lalu dilanjutkan dengan naik ojek ke lokasi.

Bagi Anda yang memerlukan transportasi roda dua untuk bepergian di sekitar Makam Astana Girigondo Yogyakarta, dapat menghubungi layanan sewa motor Jogja melalui website sewamotorjogja.id.