Saat ini ibukota Indonesia adalah Daerah Istimewa Jakarta. Pergantian Ibukota di sebuah negara bukan merupakan sesuatu yang asing. Pasalnya di beberapa negara di dunia juga melakukan pemindahan ibukota karena sebab dan alasan tertentu. Begitu pula dengan Indonesia. Ibukota Indonesia pernah dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta. Pemindahan ini diabadikan dengan membangun Monumen Jogja Kembali.

Monumen jogja kembali atau biasa disebut dengan monjali menjadi saksi bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta pernah kembali menjadi ibukota Indonesia dan menjadi benteng garis pertahanan pemerintah Indonesia saat masa razia yang diluncurkan oleh kolonial Belanda. Untuk lebih mengenalnya, simak ulasan berikut mengenai Monumen Jogja Kembali.

Mengenang Masa Lalu di Monumen Jogja Kembali Yogyakarta

monumen-jogja-kembali

Kenangan masa lalu bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Untuk para jomblo tenang saja, karena dari sejarah dan kenangan di masa lalu manusia bisa belajar memperbaiki kehidupan dan menjalani hidup dengan keadaan yang lebih baik.

Salah satu upaya untuk belajar dari masa lalu berserta kenangannya, maka dibangunlah Monumen Jogja Kembali di tanggal 19 Juni 1985. Pada prosesi peletakan batu pertama monumen ini, Sri Sultan Hamegkubuwono IX bersama dengan Sri Paduka Paku Alam VIII hadir. Sedangkan peresmiannya ditanda tangani oleh presiden saat rezim tersebut, bapak Soeharto.

Ide pembuatan monumen ini diprakasai oleh walikota Yogyakarta saat itu yang bernama kolonel Sugiarto untuk memperingati bahwa Belanda harus terpaksa menarik mundur pasukan mereka setelah melakukan pertempuan yang kurang lebih berlangsung selama 6 jam di Yogyakarta.

Monjali atau Monumen Jogja Kembali memiliki 3 lantai dengan tinggi bangunan sekitar 31.8 meter. Bentuk monumen ini sepertu sebuah kerucut. Filosofinya adalah seperti sebuah gunung yang mewakili lambang kesuburan dan salah satu cara mengenang jasa dan peninggalan nenek moyang.

Belajar Sejarah dan Berswafoto di Monumen Jogja Kembali

monumen-jogja-kembali

Di Monjali, pengunjung tentu bisa mengambil foto di dalam monumen maupun di luar untuk menjadikan monumen sebagai latar belakang foto yang akam diambil. Di sekeliling monjali ada 4 jalur untuk menuju monumen dan di bawahnya terdapat kolam.

Monumen Jogja Kembali mempunyai 3 lantai. Jalan sebelah timur dan barat merupakan jalur untuk menuju lantai 1. Di mana lantai satu merupakan museum yang terbagi menjadi 4 ruangan. Koleksi yang ada di museum ini cukup banyak. hampir 1000 koleksi yang ada di Monjali memiliki hubungan dengan peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu 1945-1949.

Di antara koleksi tersebut adalah seragam, senjata, replika, heraldika, realia, beberapa foto, dan buku-buku. Ada juga koleksi lainnya yang ada di masa jadul, yakni telepon, mesin ketik jaman baheula dan dokar.

Lantai dua merupakan ruangan untuk diorama. Di sini pengunjung bisa menyaksikan diorama dan merasakan kedahsyatan perjuangan yang dilakukan oleh para pendahulu di masa lalu. Bagaimana perang dan perlawanan para pejuang dan pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia mengahadapi tentara kolonial Belanda.

Diorama yang ditampilkan ada 10 macam yang kejadiannya terjadi pada kurun waktu 1945-1949. Dinding lantai dua juga dilengkapi dengan relief-relief yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Juga terdapat banyak patung dengan seragam lengkap dan latar belakang suasana pada masa itu. Tak lupa lukisan juga turut serta melukiskan perjuangan para pahlawan.

Lantai tiga bernama Grabha Graha. Di ruangan ini, pengunjung bisa menyaksikan kibaran sang saka merah putih yang ada di tengah ruangan. Dilengkapi dengan lukisan tulisan tangan Soekarno di bagian belakangnya. Di lantai yang merupakan lantai teratas Monjali, biasanya pengunjung menjadikannya sebagai tempat untuk merenung sekaligus mendoakan para pejuang kemerdekaan Indonesia yang telah gugur.

Lokasi dan Rute Ke Monumen Jogja Kembali

Lokasi Monumen Jogja Kembali berada di Jl. Ringroad, Sariharjo, Jongkang, Sleman. Untuk menuju monumen ini, Anda bisa mengarah ke utara perempatan tugu sampai ke perempatan ringroad. Kemudian dari sana bisa berputar ke kiri dan berbalik untuk menuju area Monjali.

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas di Monumen Jogja Kembali

Harga tiket masuk untuk setiap pengunjung hanya sebesar Rp7.500 saja dengan beberapa fasilitas penunjang lainnya. Fasilitas yang tersedia di Monjali antara lain seperti telepon umum, toilet dan area parkir yang cukup luas.

Demikian ulasan terkait Monumen Jogja Kembali yang bisa Anda jadikan salah satu objek wisata bersama keluarga saat musim liburan sekolah tiba. Untuk yang kebingungan karena tak ada kendaraan, Anda bisa menyewa motor melalui layanan kami di sewamotorjogja.id.