Selain Museum Keraton dan Museum Puro Pakualaman, kota Jogja juga masih memiliki museum yang lokasinya tidak jauh dari pusat kota. Museum tersebut adalah Museum Benteng Vredeburg. Untuk mengetahui lebih jauh, kami mengajak Anda membaca ulasan berikut.

Sejarah Singkat Dibalik Pembangunan Museum Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg dibangun pertama kali pada tahun 1760 di masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Museum ini dibangun atas permintaan Belanda yang saat itu dipimpin oleh Nicolaas Harting. Seperti benteng lain, tujuan dibangunnya benteng ini adalah sebagai tempat perlindungan. Namun sebenarnya ada hal lain yang dituju Belanda dalam pembangunan benteng tersebut, yakni agar lebih mudah melakukan pengawasan pada keraton.

Pada mulanya, bangunan dari benteng ini masih sangat sederhana, yakni masih berbahan kayu dan bambu. Kemudian pada masa ketika Gubernur Belanda digantikan oleh W.H. Van Ossenberg, benteng dibangun dalam bangunan yang permanen.

Pembangunan tersebut dimulai pada tahun 1767 yang berada langsung di bawah pengawasan ahli ilmu bangunan dari Belanda. Benteng dengan bangunan yang lebih permanen baru selesai 20 tahun kemudian, sebab pada saat yang sama keraton juga tengah dibangun. Saat itu benteng diberi nama Rustenberg. Sayangnya, pada tahun 1867 sebagian bangunan benteng rusak parah karena gempa yang melanda Jogja. Setelah diadakan perbaikan kembali, barulah benteng ini dinamakan Benteng Vredeburg.

Peralihan Benteng Vredeburg menjadi museum terjadi pada tahun 1992 berdasarkan SK yang dikeluarkan oleh Mendikbud RI saat itu, Prof. Fuad Hasan.

Berbagai Koleksi di Museum Benteng Vredeburg

Seperti museum-museum pada umumnya, Museum Benteng Vredeburg juga memiliki berbagai koleksi, antara lain sebagai berikut.

  1. Koleksi yang berupa bangunan

Koleksi yang berupa bangunan ini, antara lain selokan yang dulnya dimaksudkan sebagai perlindungan terluar dari serangan musuh. Ada jembatan, tembok benteng yang mengelilingi bangunan utama, pintu gerabang, berbagai bangunan di dalam benteng, dan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949.

  1. Koleksi realita

Museum Benteng Vredeburg

Termasuk dalam koleksi ini adalah benda-benda yang menjadi saksi bisu peristiwa sejarah, seperti berbagai senjata, pakaian, naskah, peralatan dapur, dan sebagainya.

  1. Berbagai koleksi yang beruba foto, lukisan, replika, miniatur, dan lainnya yang merupakan hasil dari visualisasi.
  2. Koleksi Diorama
  3. Ruang Pengenalan

Ruang pengenalan berbentuk seperti studio mini yang memiliki kapasitas untuk kurang lebih 50 orang. Di ruangan ini, berbagai film dokumenter diputar yang memiliki durasi 10-15 menit. Sebelum menjelajahi ruang diorama, tidak ada salahnya Anda mampir dulu ke ruang ini.

Museum Benteng Vredeburg

Selain kelima koleksi tersebut, pada ruang diorama I dan II dilengkapi dengan media interaktif. Anda dapat menggunakannya jika Anda ingin mengetahui lebih banyak peristiwa sejarah yang berkaitan. Terdapat juga ruang audiovisual yang difungsikan sebagai tempat pemutaran film-film perjuangan dengan jadwal yang berbeda-beda.

Beberapa Diorama yang Disajikan

Museum Benteng Vredeburg memiliki empat ruang diorama dengan isi yang berbeda-beda. Pada ruang diorama I berisi 11 minirama yang menggambarkan berbagai peristiwa yang terjadi sejak masa Pangeran Diponegoro hingga pendudukan Jepang di Jogja.

Pada ruang diorama II berisi 19 minirama yang menggambarkan peristiwa proklamasi kemerdekaan 1945 hingga masa terjadinya Agresi Militer Belanda.

Pada ruang diorama III berisi 18 minirama yang menggambarkan peristiwa Perjanjian Renville hingga masa diakuinya kedaulatan RIS (Republik Indonesia Serikat).

Pada ruang diorama IV berisi 7 minirama yang menggambarkan peristiwa saat diakuinya NKRI hingga masa Orde Baru.

Lokasi dan Rute yang Dapat Diakses

Museum Benteng Vredeburg beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 6, Yogyakarta. Jalan tersebut berada di ujung selatan dari Jalan Malioboro atau titik nol Kota Jogja.

Jam Buka, Harga Tiket, dan Fasilitas

Jam buka museum antara lain pada hari Selasa – Kamis pada pukul 07:30 – 16:00 WIB, kemudian hari Jumat – Minggu pada pukul 07:30 – 16:30 WIB. Pada hari libur nasional museum tetap buka, namun pada hari Senin dan hari raya museum libur.

Untuk tiket masuknya, bagi pengunjung dewasa Rp3.000, anak-anak Rp2.000, wisatawan asing sebesar Rp10.000. Jika Anda datang ke museum dan membawa rombongan sebanyak minimal 20 orang, maka untuk tiket masuk mendapatkan diskon 50%. Dengan harga tiket sebesar itu, fasilitas yang tersedia, antara lain perpustakaan, WiFi gratis, mushola, toilet, ruang tamu, pemandu wisata, dan sebagainya.

Satu lagi, kami menyediakan jasa penyewaan motor bagi Anda yang hendak menuju ke Museum Benteng Vredeburg. Jadi jika Anda enggan bersusah mengantre untuk naik kendaraan umum, segera hubungi kami. Lihat pilihan motor yang kami sediakan di Sewa Motor Jogja. Sampai jumpa di ulasan-ulasan tempat wisata lainnya.