Museum De Mata Yogyakarta akan membuat mata pengunjung tertipu. Obyek wisata museum umumnya menawarkan koleksi benda bersejarah dan antik yang tidak boleh disentuh pengunjung. Namun, museum ini justru sebaliknya. Obyek wisata ini memikat pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan koleksi gambar yang disajikan. Pengunjung bebas berfoto narsis dan ekspresif dengan sajian gambar 3D. Sejak didirikan tahun 2013, Museum De Mata sudah menawarkan lebih dari 200 gambar 3D yang bisa memberikan sensasi foto berbeda bagi pengunjung.

Lalu, seperti apa daya tarik wisata Museum De Mata Yogyakarta? Simak ulasannya berikut.

Berpose Dengan Latar Belakang Menawan di Museum De Mata Yogyakarta

Museum De Mata Yogyakarta

 

Bosan berburu foto di museum biasa, pengunjung bisa puas berpose dengan latar belakang menawan di obyek wisata ini. Museum De Mata akan membuat pose berfoto pengunjung seperti nyata. Ada banyak gambar dengan tema berbeda. Pengunjung harus bersiap dengan beragam pose yang disesuaikan dengan latar belakang gambar di museum. Bahkan pengunjung bisa menikmati berpose di berbagai tema seperti alam, olahraga, tokoh, binatang, super hero, roman, sirkus, orman dan obyek wisata di Tamansari serta Pagelaran Keraton Yogyakarta.

Koleksi Banyak dan Tidak Membuat Jenuh

Berbagai tema gambar tersaji tentu 200 lebih koleksi gambar bukanlah jumlah yang sedikit. Jika Anda bukan pribadi yang cukup narsis maka jumlah koleksi foto tersebut menjadi sebuah ancaman. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Meskipun koleksinya terbilang banyak, Anda tidak akan merasa jenuh. Berkunjung ke obyek wisata ini sangat menyenangkan karena penerapan konsep model labirin. Konsep labirin akan membuat pengunjung penasaran dan terus dikejutkan dengan beragam koleksi gambar. Ditambah lagi koleksi gambar selalu diganti dalam jangka waktu tiga bulan.

Ada Keseruan Berbeda Di Setiap Wahana De Mata

Museum De Mata Yogyakarta

Obyek wisata ini memiliki dua bagian wahana, yaitu De Mata 1 dan De Mata 2. Pengunjung bisa merasakan sensasi keseruan yang berbeda di setiap wahana De Mata. Pada De Mata 1 terdapat koleksi gambar 3D yang berjumlah sekitar 120 gambar 3D. Uniknya, wahana ini disempurnakan dengan teknologi canggih yang disebut Augmented Reality. Augmented Reality bisa dengan mudah diunduh melalui smartphone pengunjung. Pada De Mata 2 terdapat koleksi berjumlah sekitar 50 gambar 3D. Hebatnya, wahana ini dilengkapi dengan koleksi 4D dan Mirror Illusion. Bahkan tersedia area studio foto berteknologi greenscreen yang menyediakan kostum mancanegara.

Lokasi dan rute ke Museum De Mata Yogyakarta

Lokasi Museum De Mata Yogyakarta berada di Basement Kompleks XT Square. Tepatnya di Jalan Veteran 150-151, Pandeyan, Yogyakarta, atau di lokasi bekas terminal lama Umbulharjo. Akses menuju ke obyek wisata ini sangat mudah. Rute perjalanan bisa dimulai dengan menuju Jalan Menteri Supeno. Selain itu, bisa juga dengan melewati jalur melalui Jalan Katamso atau Jalan Taman Siswa. Dari jalan tersebut langsung saja belok kiri. Setelahnya, ikuti jalan lurus hingga sampai di XT Square.

Harga tiket masuk, jam buka dan fasilitas

Harga tiket masuk ke obyek wisata ini sebesar Rp40.000 per orang pada hari Senin-Jumat sedangkan pada Sabtu-Minggu sebesar Rp50.000 per orang. Sementara itu, ada paket harga tiket terusan untuk Museum De Mata dan De Arca sebesar Rp120.000 per orang. Pengunjung juga bisa melakukan reservasi sebelumnya untuk tiket individu maupun kelompok. Jam buka operasional obyek wisata ini setiap hari pada pukul 10.00-22.00 WIB. Fasilitas yang tersedia sangat lengkap mulai dari toilet, tempat beribadah, tempat membeli makan dan area parkir. Bahkan lokasi obyek wisata ini dekat dengan halte TransJogja.

Itulah ulasan tentang Museum De Mata Yogyakarta. Sebagai tambahan, selalu ikuti pedoman sebagai petunjuk dalam berfoto agar foto yang dihasilkan menakjubkan. Sebaiknya gunakan sandal atau sepatu yang mudah dilepas dan dipasang kembali karena ada banyak spot koleksi gambar yang mengharuskan untuk melepas alas kaki. Tips berkunjung lainnya, yaitu siapkan kamera dengan baterai dan memori yang cukup supaya kegiatan berfoto tidak terganggu. Terakhir, agar perjalanan wisata di seputaran Jogja lebih mudah dan terhindar macet, menggunakan motor sewaan adalah solusi terbaik. Silakan cek layanan kami di Sewa Motor Jogja.