Museum memang bukan hanya sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda bersejarah. Lebih dari itu, museum adalah saksi bisu atas suatu kejadian-kejadian besar di masa lalu. Demikian halnya dengan Museum Keraton Yogyakarta. Melalui museum ini, Anda dapat mengenal Jawa, terutama sejarah dan budayanya secara lebih dekat. Penasaran?

Serba Serbi Museum Keraton Yogyakarta

Museum Keraton Yogyakarta mulai dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono VII dan VIII. Salah satu latar belakang pembangunan museum tersebut adalah sebagai akibat dari majunya perekonomian Keraton Jogja karena berhasil mengolah beberapa pabrik gula.

Sebenarnya museum Keraton ini tidak hanya terdiri dari satu bangunan museum. Melainkan terdapat empat bagian, yakni Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kristal, Museum Batik, serta Museum Pameran Lukisan dan Foto.

Di atas tanah seluas 14.000 m2, museum Keraton ini berdiri. Bangunannya tentu saja memiliki arsitektur khas Jawa. Bahkan di antara berbagai koleksinya ada yang sudah berusia 200 tahun!

Selain untuk dipajang, ada juga koleksi yang masih digunakan hingga kini. Salah satunya adalah kereta yang dimiliki Keraton. Namun ada juga kereta yang hanya dijadikan sebagai pusaka sebab pertimbangan dari usia kereta tersebut. Perlu diketahui juga bahwa setiap tanggal 1 Syuro diadakan jamasan pusaka. Jamasan merupakan ritual pemandian dari barang-barang pusaka tersebut. Konon, air dari bekas jamasan pustaka tersebut bisa mendatangkan berkah lho!

‘Membedah’ isi Museum Keraton

Museum Keraton Yogyakarta memiliki bermacam koleksi, salah satunya adalah kereta. Kereta yang paling tua adalah Kereta Kanjeng Nyai Jimat yang merupakan hadiah dari Gubernur Spanyol bernama Jend. Jacob Mossel yang diproduksi pada tahun 1750. Sedangkan kereta yang usianya paling muda adalah Kereta Kyai Noto Puro yang diproduksi pada masa pemerintahan Sri Sultan HB VII.

Museum Keraton Yogyakarta

Di dalam Museum Sri Sultan HB IX terdapat berbagai koleksi peninggalan Sri Sultan HB IX. Ada berbagai foto, piagam, medali, tanda jasa, baju-baju, peralatan memasak, dan berbagai peralatan lain.

Museum Batik menyimpan berbagai koleksi kain batik, topeng, lukisan, peralatan membatik, dan sepeda tua. Dulunya benda-benda itu digunakan untuk mengangkut batik sejak masa Sri Sultan HB VIII – HB X. Di Museum Kristal, sesuai dengan namanya, menyimpan berbagai koleksi kristal milik Keraton. Ada kristal polos, hiasan meja, guci, meja rias berbahan kuningan, dan tempat buah. Namun yang paling banyak menarik pengunjung adalah koleksi perlengkapan jumenengan atau penobatan raja.

Berbagai hal yang dapat dilakukan di Museum Keraton Yogyakarta

Berbagai kegiatan yang sering dilakukan di Museum Keraton Yogyakarta. Antara lain pertunjukkan wayang kulit dan pagelaran macapat. Untuk pagelaran wayang sendiri juga digelar di Bangsal Srimanganti pada hari-hari tertentu.

Museum Keraton Yogyakarta

Lebih dalam ke bagian museum, Anda akan menyaksikan berbagai koleksi Keraton yang terpajang rapi. Tidak banyak yang berubah dari museum ini. Jadi Anda akan merasakan seolah hidup pada masa lalu. Anda akan menemui abdi dalem Keraton di setiap ruangan. Meski tidak ramah seperti pemandu wisata, tetapi para abdi dalem tersebut tidak menolak jika Anda ajak untuk foto bersama.

Berbagai koleksi Keraton, termasuk 23 buah kereta kencana yang banyak menarik perhatian pengunjung, lukisan-lukisan, benda-benda peninggalan, dan koleksi lainnya, tetap terjaga keasliannya lho. Jadi selain wisata, Anda juga bisa mengenali sejarah dan budaya Jawa melalui Museum Keraton Jogja ini.

Lokasi, rute yang dapat ditempuh, dan jadwal buka

Museum Keraton berada di kompleks Keraton Yogyakarta. Lebih tepatnya, museum terletak di dekat alun-alun utara Keraton Jogja. Jika Anda tengah berada di Malioboro, maka Anda bisa menggunakan jasa becak untuk menuju ke Museum Keraton ini.

Jadwal buka museum, yakni setiap hari pada pukul 08:00 – 13:00, sedang pada hari Jumat tutup 30 menit lebih cepat. Pada hari upacara kebesaran Keraton, museum diliburkan.

Harga tiket dan fasilitas yang tersedia

Tiket masuk ke Museum Keraton Yogyakarta sangat terjangkau. Hanya Rp5.000 untuk wisatawan lokal, dan Rp13.000 untuk wisatawan asing. Jika Anda hendak menggunakan kamera, maka dikenakan biaya tambahan sebesar Rp1.000.

Fasilitas yang tersedia, antara lain pemandu wisata, toilet, mushola, kantin, dan berbagai souvenir yang dapat Anda beli di toko souvenir sekitar museum.

Satu lagi, jika Anda tidak memiliki kendaraan pribadi menuju museum, kami menyediakan sewa motor untuk Anda. Harganya sesuai dengan kantong dan motor tentunya dalam kualitas bagus. Anda tertarik? Silakan kunjungi lapak kami di Sewa Motor Jogja. Sekian dulu ya ulasan mengenai Museum Keraton Yogyakarta. See you!