Museum Pahlawan Pancasila Yogyakarta dibangun sebagai penghormatan atas gugurnya dua perwira Angkatan Darat dalam peristiwa pembantaian yang dilakukan oleh PKI pada peristiwa G30S/ PKI tahun 1965. Mereka adalah Letnan Kolonel Soegiyono dan Kolonel Katamso.

Pembangunan museum ini dilakukan pada tahun 1986 hingga tahun 1991 atas perintah Sekretaris Militer Kepresidenan dengan surat perintah Nomor: K.608/Sekmil/A/XI/1988, tanggal 16 November 1988. Gubernur DIY ketika itu yakni KGPAA Paku Alam VII meresmikan museum ini pada tanggal 1 Oktober 1991.

Kedua perwira tersebut diketahui telah diculik pada 30 September 1965 dan baru ditemukan pada 21 Oktober 1965. Pemakaman keduanya dilakukan pada 22 Oktober 1965 di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogykarta. Keduanya kemudian mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal dan Kolonel dengan tambahan Anumerta.

Mengulas Bangunan dan Macam-macam Koleksi Museum

museum-pahlawan-pancasila-yogyakarta

Museum Pahlawan Pancasila Yogyakarta dengan luas 7.927 meter persegi ini menyimpan koleksi dan dokumentasi sejarah yang terawat dengan baik. Museum ini memiliki pendopo utama yang terdapat. Bangunan joglo seluas 144 m2 berukuran 12 x 12 m memiliki dua buah lubang bersambung yang membujur dari barat ke timur. Lubang itu merupakan tempat ditemukannya kedua jenazah perwira militer tersebut. Terdapat patung Garuda Pancasila pada selasar bagian atas menghadap ke utara sebagai simbol perjuangan.

museum-pahlawan-pancasila-yogyakarta

Di sebelah kiri dan kanan pendopo, dibangun patung kedua pahlawan. Brigadir Jenderal Katamso saat menjabat Danrem 072/ Pamungkas dan Kolonel Infanteri Soegiyono saat menjabat sebagai Kasrem 072/ Pamungkas.

Pada dinding tembok museum bagian luar terdapat 8 relief yang mengisahkan kronologi penculikan kedua perwira, pembunuhan dan penyiksaan oleh PKI, serta peristiwa pemberontakan oleh PKI di Madiun.

Anda juga bisa melihat koleksi replika mobil Gaz yang  digunakan untuk menculik mereka, dua buah tank untuk mengangkut jenazah mereka, pakaian dinas kedua perwira, serta foto-foto dokumentasi penemuan jenazah hingga proses pemakaman dari Kolonel Katamso, dan Letnan Kolonel Sugiyono. Ada juga batu dan kunci mortar ukuran 8 yang digunakan untuk membunuh kedua korban. Koleksi tersebut tersimpan di gedung serbaguna berukuran 17mx18m.

Selain itu, terdapat lapangan upacara terdapat di sebelah utara gedung, yang biasa digunakan untuk upacara ketika Hari Kesaktian Pancasila.

Museum ini kini dikelola oleh Dinas Sosial Provinsi DIY setelah diserahkan oleh TNI AD Batalyon 403 Wirasada Pratista Kentungan.

Sejarah Pembangunan Museum

Tanggal 1 Oktober 1965, oknum PKI yang tergabung dalam aksi G30S menguasai RRI dan Markas Korem 072, kemudian mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi. Sore harinya mereka menculik Brigadir Jenderal Katamso dan Letnan Kolonel Sugiyono dan membawa mereka ke Kentungan. Pada tanggal 21 Oktober 1965, jenazah mereka ditemukan dalam keadaan rusak setelah melalui operasi pencarian.

Sebagai penghormatan untuk menghargai pengorbanan mereka, dibangunlah museum ini di Kentungan dengan beberapa pertimbangan. Kentungan merupakan lokasi pembunuhan mereka, keterkaitan Batalyon L dengan peristiwa penculikan tersebut, serta adanya lapangan Kentungan yang digunakan untuk upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tahun.

Dahulu lokasi monumen merupakan rawa-rawa. Kedua pahlawan dimasukkan ke dalam lubang dan dihujani lemparan batu hingga tewas, kemudan ditimbun dengan tanah. Di atas tanah itu kemudian ditanami pisang dan ubi sebagai kamuflase.

Waktu dan Jam Operasi

Museum Pahlawan Pancasila Yogyakarta dibuka setiap hari Senin-Kamis Pukul 08.00-13.00, Jumat pukul 08.00-11.00, dan Sabtu pukul 08.00-12.00 WIB. Untuk hari Minggu dan hari besar nasional museum ditutup.

Museum ini biasanya ramai ketika liburan sekolah, terutama pada bulan September atau Oktober untuk memperingati peristiwa G30S/PKI.

Akses ke Museum Pahlawan Pancasila

Museum Pahlawan Pancasila Yogyakarta ini berlokasi di Jalan Pandega Sakti, Kentungan, Depok, Sleman, tepatnya di lingkungan Komplek TNI AD Batalyon 403/ Wirasada Pratista Kentungan. Untuk mencapai museum ini, Anda bisa melewati Jalan Kaliurang.

Museum Pahlawan Pancasila Yogyakarta merupakan tempat yang tepat untuk Anda menggali informasi tentanga sejarah peristiwa G30S/PKI di Yogyakarta. Sewa Motor Jogja menyediakan sepeda motor untuk Anda dengan kualitas dan layanan terbaik. Kunjungi situs sewamotorjogja.id untuk informasi dan pemesanan.