Yogyakarta menjadi salah satu wilayah Indonesia yang kaya akan sejarah perjuangannya. Banyak peristiwa sejarah berlatar tempat di sini. Tidak tanggung-tanggung sejak 2 Desember 1952 pemerintah sudah menginisiasi pembentukan panitia untuk pembangunan Museum Perjuangan Yogyakarta. Tentu saja hal tersebut dengan alasan menjaga dan memelihara benda bersejarah sehingga bisa tetap awet hingga generasi selanjutnya.

Keberadaan museum ini menambah ragam wisata edukasi di Yogyakarta. Selain ke Museum Affandi untuk menikmati karya seni, ajaklah keluarga dan anak didik Anda ke museum ini. Penasaran, seperti apa daya tarik wisata Museum Perjuangan Yogyakarta? Simak ulasannya berikut.

Melestarikan Peristiwa Sejarah Dengan Museum Perjuangan Yogyakarta

Museum Perjuangan Yogyakarta

Museum Perjuangan merupakan museum yang dibangun dengan tujuan untuk menyajikan koleksi tentang perjuangan bangsa Indonesia. Dengan berdirinya Museum Perjuangan diharapkan mampu digunakan sebagai sarana menjaga peristiwa sejarah. Selain itu, obyek wisata ini juga dimanfaatkan untuk menyimpan dan memelihara benda bersejarah yang dipergunakan oleh rakyat Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan.

Serunya Melihat Koleksi Benda Sejarah

Ada banyak koleksi yang tersedia di Museum Perjuangan Yogyakarta. Koleksi ini menjadi bukti adanya perjuangan dahsyat yang dilakukan oleh para pahlawan dan rakyat Indonesia demi kemerdekaan. Koleksi barang seperti pakaian dan benda lainnya yang dipakai oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman ketika melakukan perang gerilya masih terpelihara dengan baik. Selain itu, ada juga barang seperti senapan atau pedang dari Aceh. Seru sekali melihat semua koleksi benda sejarah tersebut.

Menelisik Arti Dan Makna Bangunan

Setiap bangunan pasti mempunyai cerita filosofinya masing-masing. Termasuk juga Museum Perjuangan. Museum ini memiliki bangunan yang cukup unik berbentuk silinder. Bentuk silinder ini dibuat dengangaris tengah 30 meter dan tinggi 17 meter. Inspirasi bangunannya seperti perpaduan bentuk bangunan bergaya zaman Romawi Kuno dengan bangunan  timur. Bangunan ini sering disebut sebagai ronde tempel. Atap bangunan dibentuk seperti topi baja model Amerika dengan penambahan puncak menggunakan lima buah bambu runcing di atas bulatan dunia yang terletak di atas lima buah trap.

Berburu Foto Dengan Latar Berbeda

 

Tidak lengkap rasanya jika berlibur tanpa mengabadikan sebuah foto. Di Museum Perjuangan Yogyakarta, pengunjung bisa berburu foto dengan latar berbeda yang tentu sangat menarik. Diawal masuk museum, pengunjung akan melihat hiasan makara berbentuk bintang laut di sisi kanan-kiri pintu masuk Museum Perjuangan. Pengunjung juga bisa berfoto di antara koleksi-koleksi di dalam museum. Selain itu, pengunjung bisa juga berfoto di dekat relief-relief perjuangan. Berfoto dengan spot berbeda akan menjadi salah satu oleh-oleh liburan yang menyenangkan.

Memaknai Kembali Perjuangan

Rupanya bukan hanya bentuk bangunan dari Museum Perjuangan Yogyakarta yang memiliki arti dan makna. Ketika menjelajahi museum, pengunjung akan diajak memaknai kembali perjuangan. Ada tujuh belas anak tangga, delapan daun pintu pada pintu utama dan empat puluh lima buah ukiran lung-lungan menyerupai api yang tidak akan padam menjadi pengingat kembali tanggal proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Lokasi Dan Rute Perjalanan Menuju Museum Perjuangan

Lokasi Museum Perjuangan terletak di Jalan Kolonel Sugiyono nomor 24 Mergangsan, Yogyakarta. Rute menuju ke museum ini sangat mudah karena letaknya hanya sekitar 2 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Dengan waktu tempuh kurang lebih 5 menit, pengujung bisa mengambil jalur ke arah Transjogja Sugiono 2. Dari halte Transjogja langsung berbelok ke kanan karena lokasi museum berada di belakang halte tersebut. alternatif lain, yaitu dari Stasiun Lempuyangan ke Museum Perjuangan Yogyakarta dengan naik bus jalur 6. Kemudian turun di pertigaan Jalan Sultan Agung lalu menyeberang dan naik Kobutri jalur 17 turun di depan Museum

Harga Tiket Masuk, Jam Buka dan Fasilitas

Harga tiket masuk ke museum untuk pengunjung domestik sebesar Rp2.000 per orang sedangkan untuk pengunjung dari luar negeri sebesar Rp10.000 per orang. Jam buka operasional museum yaitu mulai pukul 08.00-16.00 WIB pada hari Senin-Kamis sedangkan pada hari Jumat pukul 08.00-16.30 WIB. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap seperti ruang pameran indoor dan outdoor, taman bermain, tempat parkir, toilet dan hotspot area.

Itulah ulasan tentang Museum Perjuangan Yogyakarta. Sebagai tambahan, berhati-hatilah selama di dalam museum. Jangan sampai ada koleksi yang tersenggol atau rusak karena ketidakhati-hatian Anda. Selain itu, sebaiknya pergi berkunjung bersama sahabat atau keluarga agar kunjungan juga lebih berkesan. Untuk yang ingin menggunakan kendaraan roda dua, manfaatkan layanan kami di Sewa Motor Jogja.  Aman, mudah, terjamin, dan terpercaya.