Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama merupakan museum milik TNI Angkatan Darat yang menyimpan dokumen lengkap perjuangan pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer pertama dan menduduki Batavia pada tahun 1947, Yogyakarta menjadi ibu kota Indonesia. Pada masa pemindahan pusat pemerintahan ke Yogyakarta inilah babak baru perjuangan dimulai.

Sebagai Panglima TNI, Panglima Besar Jenderal Sudirman langsung turun memimpin gerilya di Yogyakarta untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kronologi dan gambaran kejadian di masa perjuangan tersebut, dibangunlah museum di Yogyakarta dengan tema perjuangan.

Sebagai salah satu museum perjuangan, Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama memberikan informasi lengkap tentang sejarah militer, perang, dan perjuangan bangsa ketika pendudukan Jepang dan Belanda.

Deskripsi dan Sejarah Pembangunan Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama

Pada tanggal 30 Agustus 1982, Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama resmi dibuka dengan penandatanganan prasasti oleh Kasad Jenderal TNI Poniman. Gedung seluas 2.463 meter persegi yang sebelumnya merupakan Markas Korem 072 Pamungkas pun resmi berubah fungsi.

Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama

Petugas piket yang berjaga akan menyambut kedatangan Anda di pintu gerbang. Selanjutnya Anda harus mengisi buku tamu yang disediakan. Pemandu merupakan anggora TNI aktif yang memahami seluruh koleksi museum dan dapat memberikan penjelasan terkait kepada pengunjung.

Museum ini memiliki dokumen sejarah dan koleksi bukti-bukti perjuangan bangsa sebanyak 4.289 item. Koleksi lengkap yang dimiliki berupa senjata seperti tank Stuart MK I dan MK II buatan Amerika, pistol, golok, dan senapan. Ada pula replika dapur umum pada zaman perang dengan tungku kayu, gentong air, dan dinding anyaman bambu.

Jauh sebelumnya, bangunan museum yang didirikan pada tahun 1904 pernah menjadi Markas Besar Tentara Keamanan Rakyat yang dipimpin oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Jenderal Urip Sumoharjo. Bangunan museum pernah menjadi markas Komando Resor Militer (Makorem) pada tahun 1950-1980. Setelah itu fungsinya diubah menjadi museum hingga saat ini. Dengan demikian, museum tersebut juga menjadi bukti kehebatan TNI Angkatan Darat.

Eksplorasi Bagian dalam Museum

Bangunan Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama memiliki bentuk arsitektur yang berbeda dari gedung-gedung di sekitarnya sehingga mudah dikenali. Sebelum dijadikan museum, bangunan tersebut sempat menjadi rumah dinas pejabat administrasi perkebunan tebu Belanda daerah Jateng dan DIY. Kemudian di masa pendudukan Jepang menjadi markas komando Syudokan (tentara Jepang) wilayah DIY.

Selanjutnya, pada masa perang kemerdekaan digunakan sebagai markas penyusunan strategi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Terakhir, difungsikan sebagai museum sejak masa orde baru hingga kini.

Perjalanan menjelajahi museum dimulai dari Ruang Pengantar di bagian tengah depan. Di sini terdapat dua ruangan yang pernah menjadi ruang kerja dua pemimpin TKR pada masanya. Terdapat meja kursi, telepon, dan gambar keduanya di dalam ruangan.

Selanjutnya Anda akan dibawa ke Ruang Palagan yakni Palagan Ambarawa, Bali, Bandung, Makasar, Medan, Palembang, Semarang, dan Surabaya. Palagan sendiri berarti pertempuran besar.

Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama

Ruang selanjutnya yang dapat Anda kunjungi adalah ruang penyimpanan koleksi senjata, radio pemancar dan penerima, alat kesehatan, panji-panji kebesaran TNI AD, serta seragam TNI AD dengan tanda jasa Satya Lencana dan Bintang Jasa.

Keseluruhan ruang di museum berjumlah 21 yang ditata sesuai urutan waktu perjuangan TNI dari masa pembentukan sampai menjadi tentara resmi Republik Indonesia.

Biaya Masuk Museum dan Waktu Operasi

Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk masuk ke dalam museum. Waktu operasi museum yaitu setiap hari Senin-Jumat pukul 08.00-14.00 WIB. Sementara Sabtu dan Minggu tutup.

Cara Menuju ke Lokasi

Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama beralamat di Jalan Jenderal Sudirman No.75, Yogyakarta. Dari perempatan Galleria Mall ambil arah barat, sebelum sampai di perempatan Gramedia Jalan Jenderal Sudirman, arahkan kendaraan ke kanan. Museum terletak di kanan jalan atau sebelah utara perempatan Gramedia. Letaknya di pusat kota Yogyakarta sehingga mudah dijangkau dan dapat diakses dengan bus Trans Jogja.

Namun, untuk memudahkan kegiatan wisata, disarankan Anda membawa kendaraan sendiri. Tak hanya Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, Anda pun dapat mengeksplorasi destinasi wisata yang lain dengan nyaman. Kami menyediakan layanan sewa kendaraan dengan harga terjangkau dan layanan memuaskan. Hubungi Sewa Motor Jogja untuk mendapatkan servis terbaik kami.