Museum Sasmitaloka Yogyakarta merupakan museum yang bercerita tentang perjalanan hidup dan perjuangan Jenderal Sudirman. Nama Sasmitaloka disematkan kepada dua museum yaitu Museum Panglima Besar Jenderal Sudirman di Yogyakarta dan Museum Jenderal Ahmad Yani di Jakarta. Sasmitaloka sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti tempat untuk mengenang.

Museum Sasmitaloka berada di Jalan Bintaran No.3 Yogyakarta yang pernah ditinggali oleh Jenderal Sudirman.

Riwayat Hidup Jenderal Sudirman

Sudirman lahir di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga pada tanggal 24 Januari 1916 dari pasangan Karsid Kartawiraji dan Siyem. Ketika itu Purbalingga merupakan bagian dari Karesidenan Banyumas.

Selanjutnya, namanya menjadi Raden Sudirman setelah diangkat anak oleh Raden Cokro Sunaryo. Pendidikan Raden Sudirman dimulai dari Taman Siswa kemudian HIK Muhammadiyah di Solo. Sejak tahun 1934, Raden Sudirman aktif dalam Hizbul Wathan. Sebelum berkarier dalam dunia militer, beliau menjadi pengajar di Sekolah Menengah Muhammadiyah Cilacap dan kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah di Cilacap.

Karier dalam militer dimulai dengan menyertai tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor. Setelah menjalani latihan, Raden Sudirman menjadi Daidancho yaitu Komandan Daidan atau Batalyon di Banyumas.

Museum Sasmitaloka Yogyakarta

Ketika Proklamasi Kemerdekaan, beliau menjabat sebagai Panglima Divisi V Banyumas dengan pangkat Kolonel. Karena prestasi dan jasanya, Sudirman kemudian diangkat menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada tanggal 12 November 1945 dan dilantik oleh presiden pada tanggal 18 Desember 1945. Setelah TKR diubah menjadi APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia) beliau pun menjadi Panglima Besar APRI.

Meski sedang sakit parah, Panglima Besar Jenderal Sudirman tetap memimpin serangan pada Agresi Militer I hingga Agresi Militer II secara gerilya. Perjuangan gerilya beliau selama 6 bulan sejauh 1000 km berakhir setelah adanya perjanjian Roem Royen. Selanjutnya Panglima Besar Jenderal Sudirman kembali ke Yogyakarta pada tanggal 10 Juli 1949.

Deskripsi Museum Sasmitaloka Yogyakarta

Museum Sasmitaloka Yogyakarta memiliki 14 ruangan yang memuat informasi lengkap tentang Jenderal Sudirman. Sebelum memasuki ruang pameran, Anda akan mendapati prasasti yang bertuliskan kalimat pengobar semangat dari Jenderal Sudirman berisi nasihat kepada Tentara Indonesia untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Museum dibagi menjadi 4 bagian yaitu Gedung Utama, Gedung Sayap Utara, Gedung Sayap Selatan, dan Gedung Belakang.

Gedung utama memiliki ruangan berupa ruang tamu yang berisi meja kursi tamu dan 2 buah lampu gantung, ruang santai berisi 2 set meja dan kursi, radio Philips, rak tempat perabotan beserta isinya, dan lukisan Jenderal Sudirman di dinding. Ruang ketiga yaitu ruang kerja berisi pedang samurai, pesawat telepon, meja kursi kerja, meja kursi kerja, keris, pistol, dan piagam penghargaan.

Museum Sasmitaloka Yogyakarta

Ada juga ruang tidur tamu, ruang tidur Sudirman, ruang tidur putra putri Sudirman, ruang pengangkatan Panglima APRI, ruang Palagan Ambarawa, dan ruang Rumah Sakit Panti Rapih.

Selanjutnya di gedung belakang Anda bisa melihat koleksi kendaraan seperti mobil sedan Chevrolet tahun 1940 dan kereta kuda yang ditarik oleh anak buah beliau selama bergerilya. Sementara gedung sayap selatan mempunyai ruangan Sobo Pacitan, ruang diorama perang gerilya, ruang koleksi pribadi, dan ruang foto serta dokumentasi.

Museum Sasmitaloka Yogyakarta juga memiliki ruang pertemuan di teras belakang gedung utama.

Harga Tiket, Fasilitas, dan Waktu Beroperasi

Untuk masuk ke Museum Sasmitaloka Yogyakarta tidak dikenakan biaya. Anda hanya perlu mengisi buku tamu di pos penjagaan dekat pintu masuk. Museum memiliki fasilitas lengkap meliputi musala, toilet, ruang pertemuan, dan pemandu wisata.

Museum Sasmitaloka dibuka setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00-14.00 WIB. Pada hari Sabtu dan Minggu museum tidak beroperasi.

Lokasi dan Rute Menuju Museum Sasmitaloka Yogyakarta

Untuk menuju ke Museum Sasmitaloka Yogyakarta Anda dapat mengambil rute melewati Jalan Sultan Agung hingga Bintara Wetan dan langsung ke museum. Jangan lewatkan pula untuk menelusuri jejak perjuangan TNI di Museum Pusat TNI AD.

Disarankan Anda datang ke Museum Sasmitaloka Yogyakarta dengan kendaraan sendiri. Lantaran lokasinya di pusat kota, setelah berkunjung ke museum Anda dapat langsung berkeliling ke tempat wisata lain tanpa repot mencari kendaraan. Kami menawarkan jasa sewa kendaraan dengan tarif terjangkau dan layanan memuaskan. Hubungi kami di Sewa Motor Jogja untuk mendapatkan servis terbaik.