Yogyakarta memiliki museum dengan koleksi yang sangat lengkap, bahkan disebut sebagai museum dengan koleksi terlengkap di daerah istimewa itu. Museum itu bernama Museum Sonobudoyo. Sesuai dengan namanya, koleksi di museum ini merupakan koleksi yang bermuatan sejarah dan budaya. Penasaran dengan apa saja yang ada di dalam Museum Sonobudoyo Yogyakarta? Baca tulisan ini sampai akhir ya.

Awal Mula Dibangunnya Museum Sonobudoyo Yogyakarta

Museum ini berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Yogyakarta sejak tahun 2002. Sebelum resmi menjadi milik dinas kebudayaan dan pariwisata, Museum Sonobudoyo ada di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI sejak tahun 1974.

Museum Sonobudoyo Yogyakarta

Museum Sonobudoyo Yogyakarta memiliki sejarah yang cukup panjang. Semua bermula dari Java Institut yang berdiri di tahun 1919. Peraturan dari institusi tersebut mewajibkan adanya kegiatan untuk melestarikann dan mengembangkan kebudayaan pribumi, khususnya untuk wilayah Jawa, Madura, Bali, dan Lombok.

Atas dasar tersebut, pada tahun 1924, diputuskan pendirian museum yang tentu saja bertujuan mengumpulkan semua data kebudayaan di empat wilayah itu. Awal pembangunannya ditandai dengan sebuuah candrasengkala bernama Buta Ngrasa Esthining Lata. Di candrasengkala tersebut tertulis bahwa museum dibangun pada tahun 1934.

Museum yang kemudian dinamai Museum Sonobudoyo ini dibuka untuk umum pada tahun 1935, dan hingga kini, museum masih berfungsi dengan baik, serta semua koleksinya masih terawat.

Melihat Berbagai Koleksi Yang Ada

Museum Sonobudoyo dikategorikan sebagai museum yang bersifat umum, sebab koleksi yang dimiliki berasal dari beragam disiplin ilmu, yakni teknologi, geologi, biologi, etnografi, seni budaya, filologi, arkeologi, keramologi, numismatika, dan histori. Mari kita menyusuri berbagai koleksi di museum ini.

Di ruangan pertama, museum ini memiliki koleksi berupa replika andhong, bendera merah putih, dan wayang. Wayang-wayang tersebut merupakan wayang yang menjadi tokoh dalam kisah Ramayana, ada Rama, Anoman, dan Lesmana.

Ruangan kedua berisi berbagai macam koleksi mengenai manusia purba. Di ruangan ini terdapat kerangka-kerangka manusia yang telah membatu. Selain itu, ada juga berbagai alat yang digunakan untuk menunjang kehidupan pada masa itu. Peralatan itu sebagian besar berbahan dasar logam, terutama besi dan perunggu. Alat-alat yang disimpan di museum ini, antara lain kapak corong, bejana perunggu, moko, nekara, mata panah, dan mata tombak.

Museum Sonobudoyo Yogyakarta

Di ruangan ini juga terdapat koleksi gerabah, seperti guci dan barang dari keramik lain. Naskah-naskah kuno juga terpajang dalam ruangan ini. Namun naskah kuno yang lebih lengkap terdapat di perpustakaan museum yang tidak setiap harinya buka. Lebih dalam lagi, Anda akan mendapati beragam koleksi batik. Peralatan untuk membuat batik, seperti canthing, malam, tungku, wajan, parafin, dan kipas dari bambu.

Ruangan ketiga menyimpan berbagai jenis wayang. Ada Wayang Kancil, Wayang Wahyu, Wayang Sadat, dan sebagainya. Masih dalam ruangan yang sama, Anda dapat menemukan berbagai macam topeng dalam beragam ekpresi. Ada yang menunjukan ekspresi lucu, seram, cacat, dan sebagainya. Selain itu, ada juga Topeng Bali versi cerita Ramayana, Topeng Sabrangan Madura, dan lain-lain.

Ruangan keempat terdapat berbagai karya asli dari Jepara. Karya tersebut, antara lain Rana, dan meja lengkap dengan kursinya. Jika Anda mengambil arah ke kiri, maka Anda akan menemukan alat-alat rumah tangga zaman dahulu yang terbuat dari logam, seperti ceret, vas bunga, peralatan makan, dan sebagainya.

Sebenarnya masih banyak sekali koleksi yang dimiliki oleh Museum Sonobudoyo Ygoyakarta ini. Ada gapura, koleksi senjata, baik itu keris, pedang, pisau, bahkan celurit, dan juga bermacam mainan tradisional, seperti yoyo, ketapel, senapan kayu, gangsing, dakon, dan koleksi lainnya. Lengkap sekali ya.

Lokasi, Rute Yang Dapat Diakses, Dan Jadwal Buka

Museum Sonobudoyo berada di Jalan Trikora No. 6 Yogyakarta. Untuk sampai di sini, Anda tinggal menuju alun-alun utara keraton. Kemudian dari alun-alun, Anda bisa ambil arah ke kanan/barat sejauh 100 m.

Jadwal buka museum ini setiap hari Selasa – Minggu pukul 08:00 – 15:30 WIB, namun pada hari Jumat hanya sampai pukul 14:00 WIB. Di sini juga rutin diadakan pagelaran wayang pada hari Senin – Sabtu pukul 20:00 – 22:00 WIB.

Harga Tiket

Harga tiket untuk masuk ke museum ini sangat terjangkau. Untuk orang dewasa Rp3.000, sedangkan anak-anak Rp2.500, sedangkan wisatawan asing Rp5.000. Harga tiket satuan akan lebih murah jika Anda datang bersama rombongan. Jika Anda ingin menikmati pagelaran wayang, maka dikenakan biaya tiket sebesar Rp20.000.

Spesial untuk Anda, kami menawarkan jasa sewa motor untuk ke Museum Sonobudoyo. Jika Anda tertarik, maka Anda bisa menghubungi kami di Sewa Motor Jogja. Sekian dulu ulasan mengenai Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Pesan kami, jangan mantan saja yang dikenang, tetapi sejarah bangsa tidak boleh dilupakan. Selamat berlibur!