Ir. Soekarno, salah satu founding father Indonesia, pernah mengatakan, “JASMERAH” yaitu singkatan dari “jangan sekali-sekali melupakan sejarah”. Sejarah menjadi sangat penting untuk dipelajari karena dengannya, manusia akan belajar dari kejadidan di masa lalu. Juga, dari sejarah, manusia bisa memperbaiki keadaan hidupnya. Salah satu cara untuk melestarikan sejarah kebudayaan Indonesia adalah dengan mendirikan Museum Ullen Sentalu Yogyakarta yang biasa juga dikenal sebagaai Museum Ullen Sentalu Jogja.

Museum Ullen Sentalu merupakan salah satu museum besar di Yogyakarta. Nama Ullen Sentalu berasal dari bahasa Jawa yang diambil dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku. Nah, kalimat itu memiliki makna, nyala dari lampu blencong – lampu dalam pertunjukan wayang kulit – adalah petunjuk untuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.

Sejarahnya, museum ini berdiri karena keprihatinan dan keinginan untuk mempertahankan kebudayaan bangsa Indonesia. Serta perkembangannya sejak abad zaman baheula guna melestarikan identitas dan harga diri bangsa Indonesia. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut mengenai Museum Ullen Sentalu Jogja.

Belajar Kebudayaan dan Sejarah Bangsa Sendiri di Museum Ullen Sentalu Jogja

Museum-Ullen-Sentalu-jogja

Ada beberapa kerajaan yang eksis di masa lalu yang berada di pulau Jawa. Mulai dari kerajaan Singosari, Kediri, Mataram, Majapahit, Demak, Surakarta, Sunda, Yogyakata, Pakualam dan masih banyak lainnya. Adanya kerajaan-kerajaan ini membentuk dan melestarikan budaya Jawa yang sangat kental selama kira-kira 2 abad lamanya.

Waktu yang cukup lama tentu meninggalkan bekas-bekas dan beberapa peninggalan yang bisa ditelusuri jejaknya. Manuskrip-masuskrip kuno seperti serat Wulangreh, Serat Centhini, Babad Tanah Jawi, Negarakertagama, Wedhatama dan lainnya memiliki isi yang sangat luar biasa. Bahkan kandungan nilai-nilai kebaikannya masih bisa diterapkan dan dipelajari hingga saat ini. Mulai dari sejarahnya, nasehat-nasehatnya, mitologi dan sistem ketatanegaraannya.

Museum-Ullen-Sentalu-jogja

Museum ini didirikan pada tahun 1994 di lereng Gunung Merapi yang saat ini masih ada dalam satu kawasan dengan Taman Kaswargan dan Wisma Kaliurang. Karena lokasinya yang berada di lereng gunung itulah Museum Ullen Sentalu mempunyai keunikannya tersendiri dibanding dengan museum lainya yang ada.

Di Museum Ullen Sentalu Yogyakarta, pengunjung bisa belajar sejarah dan kebudayaan Jawa karena di dalamnya banyak terdapat koleksi yang kental akan budaya di Jawa. Koleksi yang ada di antaranya ada di ruang Selamat Datang.

Di ruang Selamat Datang, pengunjung bisa menyaksikan bermacam banner yang mengandung sejarah dan latar belakang didirikannya Museum Ullen Sentalu. Ruangan yang biasa disebut dengan ruang tamu ini menyambut tamu yang datang. Di dalamnya juga ada patung Dewi Sri yang dalam kepercayaan masyarakat Jawa dianggap sebagai Dewi kesuburan tanah.

Ada ruangan lagi, yaitu Ruang Seni Tari dan Gamelan. Pengunjung bisa menyaksikan banyak lukisan yang berisi tarian jawa dan ada beberapa benda hadiah dari Keraton Yogyakarta. Selain kedua ruang tadi, ada ruang yang berada di bawah tanah. Ruang ini bernama Guwa Sela Giri.

Ruangan Guwa Sela Giri memiliki struktur bangunan ala gothic eropa dan perpaduannya dengan Guwa Sela Giri dan Sumur Gumuling Taman Sari yang bahan bakunya berasal dari wilayah Gunung Merapi. Guwa Sela Giri berisikan lukisan dokumentasi dari tokoh-tokoh yang mewakili empat keraton yang ada di masa kerajaan Mataram.

Masih banyak ruangan lainnya yang ada di museum ini. Seperti ruang Kampung Kambang, Sasana Sekar Buwana, Koridor Letja Randa, Bilik Syair Tineke, Ruang Batik Vorstendlanden, dan Ruang Batik Sisiran serta Royal Room Ratu Mas.

Lokasi dan Rute ke Museum Ullen Sentalu Jogja

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta berada di Jalan Boyong kilometer 25, Kaliurang Barat Sleman. Anda bisa berkunjung ke museum ini dengan melintasi Jalan Kaliurang ke arah utara sejauh 18 kilometer. Jika melalui Jalan Palagan Tentara Pelajar, ikuti saja jalan utama ke arah utara sejauh 10 kilometer kemudian belok ke kanan di pertigaan Pulowatu sejauh 3 kilometer. Setelah itu belok ke kiri ketika sampai di pertigaan Pasar Pakem. Dari sana, lurus saja ikuti jalan ini sejauh 6.5 kilometer.

Harga Tiket dan Fasilitas di Museum Ullen Sentalu

Harga tiket Museum Ullen Sentalu Jogja untuk pengunjung domestik hanya sebesar Rp40.000 untuk orang dewasa dan Rp20.000  untuk anak-anak yang berusia 5-16 tahun. Sedangkan untuk pengunjung mancanegara dikenakan biaya Rp60.000 bagi orang dewasa dan Rp40.000 bagi anak-anak.

Museum Ullen Sentalu hanya beroperasi dari hari Selasa-Jumat pada pukul 08.30-16.00 WIB dan Sabtu-Minggu mulai pukul 08.30-17.00 WIB.

Itulah ulasan mengenai Museum Ullen Sentalu Jogja. Untuk berwisata ke sini, Anda bisa menyewa motor melalui layanan kami di Sewamotorjogja.id. Selain berpengalaman dan terpercaya, kami siap mengantarkan kendaraan pesanan Anda ke tempat Anda menginap di sekitara Malioboro maupun Stasiun Tugu dan Lempuyangan. Buktikan sendiri kualitas layanan kami.