Masih di sekitar Keraton Yogyakarta, terdapat sebuah keraton kecil dan juga termuda dibanding keraton-keraton lain yang menjadi pecahan Kerajaan Mataram Islam. Keraton tersebut bernama Puro Pakualaman. Saat ini, Puro Pakualaman difungsikan sebagai museum. Yuk kita telusuri lebih jauh tentang Puro Pakualaman Yogyakarta ini!

Sejarah Puro Pakualaman Yogyakarta

Dahulunya, Puro Pakualaman Yogyakarta merupakan milik dari Kerajaan Pakualaman yang menjadi kadipaten pada masa Kerajaan Mataram Islam. Jadi pada tanggal 17 Maret 1813, Pangeran Notokusumo yang merupakan putra dari Sri Sultan HB I dengan istrinya Putri Srenggowati dinobatkan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam I oleh Gubernur Inggris saat itu, Sir Thomas Raffles.

Kerajaan untuk Pangeran Paku Alam I memiliki wilayah sendiri yang meliputi Pajang, Bagelan, bagian barat Jogja, dan daerah yang terletak di antara Sungai Progo – Bogowonto, serta di Daerah Adikarto.

Istana Pakualaman memiliki kompleks dengan luas 5.4238 Ha dan mencerminkan sebagai pusat kebudayaan Jawa yang kuat. Arsitek dari istana ini adalah sang pangeran sendiri yang sangat menyukai budaya dan sastra. Karena itu suasana budaya dan sastra sangat kental di Istana Pakualaman tersebut.

Puro Pakualaman dibangun sebagai istana sudah lebih dari dua abad silam. Peresmiannya sebagai Museum Puro Pakualaman, yakni pada tanggal 29 Januari 1981 di era pemerintahan Presiden Soeharto.

Mari Melihat Puro Pakualaman Secara Lebih Dekat

Sebagai bentuk penghormatan pada kraton, Puro Pakualaman Yogyakarta dibangun dengan menghadap ke selatan.Terdapat 3 bagian ruangan untuk seluruh koleksi yang ada di bagian depan sebelah timur kompleks Puro Pakualaman. Hal pertama yang akan menyambut Anda setibanya di sini adalah sebuah pintu gerbang yang memiliki nama Wiworo Kusumo Winayang Reko. Nama tersebut memiliki arti keselamatan, keadilan, dan kebebasan.

Puro Pakualaman Yogyakarta

Jika Anda sudah melewati gerbang itu dan mulai memasuki kompleks puro, Anda akan menemukan taman yang begitu indah lengkap dengan kolam dan teratainya. Terdapat juga Bangsal Sewotomo yang menjadi tempat menyimpan seperangkat gamelan Kebogiro. Setiap hari Minggu Pon dalam kalender Jawa, gamelan-gamelan tersebut dimainkan.

Di Puro Pakualaman Anda juga dapat menemukan bangunan lain, salah satunya adalah Dalem Ageng Proboyeksa yang memiliki arsitektur begitu indah. Ada juga Bangsal Sewarengga, dan Gedung Maerakaca.

Ada Juga Perpustakaan dan Koleksi benda Kerajaan

Puro Pakualaman juga memiliki perpustakaan lho. Perpustakaan itu berisi berbagai koleksi naskah kuno mengenai sejarah dan sastra. Di museumnya, dapat Anda temui silsilah lengkap keluarga Pakualam, berbagai dokumen perjanjian maupun kesepakatan politik, foto, koleksi busana, senjata, dan atribut kerajaan.

Atribut raja yang dapat dinikmati oleh pengunjung, antara lain payung tlacap, rebab/biola yang dinamai Kyai Tandhasih. Sedangkan atribut tahta yang melengkapi, antara lain dua set kursi dengan meja, satu set cepuri, payung bhavad, payung tunggul naga, tombak (trisula, jebeng, dan cis trisula), dan dua potong kecohan. Semua atribut tersebut memiliki makna filosofisnya masing-masing.

Berbagai Acara Tradisional yang Rutin Diadakan

Di Puro Pakualaman, berbagai acara tradisional rutin diadakan. Acara-acara tersebut antara lain, Upacara Garebeg, ulang tahun Sri Paku Alam, pameran bersama pusaka kuno keraton yang diadakan di Keraton Jogja pada acara Pameran Sekaten. Selain itu, dilakukan juga acara lain, seperti Upacara Rajawedha yang merupakan upacara persembahan ke Laut Selatan, Gunung Merapi, Lawu, dan Gede Pangrango, serta pertunjukkan busana tradisonal Jawa.

Sekedar informasi, Puro Pakualaman kini juga menjadi kediaman Sri Paduka Paku Alam IX yang sekaligus menjadi Wakil Gubernur Provinsi Yogyakarta.

Lokasi dan Rute yang Dapat Diakses

Puro Pakualaman terletak di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Pakualaman, Yogyakarta. Jaraknya hanya sekitar 2 km dari titik 0 km kota Jogja. Jika Anda berada di sekitar titik nol, untuk mencapai ke sini, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi, becak, andong, bus transjogja, atau bus kota jalur kota.

Jadwal buka dan harga tiket

Bagi Anda yang hendak berkunjung ke Puro Pakualaman Yogyakarta, silakan datang pada hari Senin – Minggu pada pukul 08:00 – 17:00 WIB. Sedangkan museumnya, hanya buka pada hari Minggu, Selasa, dan Kamis pada pukul 09:00 – 13:30 WIB. Untuk menelusuri wisata sejarah di Puro Pakualaman, tidak ada tiket masuk yang harus Anda bayar.

Sudah dulu ya ulasan mengenai Puro Pakualaman Yogyakarta. Semoga bisa menjadi salah satu rekomendasi tempat menikmati akhir pekan bersama keluarga. Spesial bagi Anda, kami menyediakan jasa sewa motor yang dapat Anda gunakan ke Puro Pakualaman. Harga sesuai, dan kualitas pun terjaga. Tunggu apa lagi? Segera hubungi kami di Sewa Motor Jogja.